Sejak Ramadhan tahun ini..Aq dan beberapa teman, sebenernya berdua sama temanku doang sih..tapi akhirnya kenal dengan beberapa teman baru, sholat Dhuhur dan Ashar di Masjid kantor.

Asyik sih, ternyata menyenangkan.. Bisa bua refresh pikiran, melepas lelah, sekaligus biar sholatnya on-time.

Katanya buat cewek konon gak wajib sholat di masjid, cuman Aq pikir, daripada sholat minggir-minggir di ruang rapat, kudu misi-misi ngusior orang, mending juga di mesjid.

Nah, tiap habis Dhuhur, ceritanya ada pengajian. Jadi lumayan lah..bisa ada kegiatan gtu, bisa buat alesan Aq tiduran juga, hehehe emang sering ketiduran sih.

Ustadz nya macem-macem. Ada yang lucu..ada yang ilmiah banget atau metode kajian Al-Qur’an, jadi rujuakannya langsung ke Al Qur’an. Hmm..yang paling Aq inget di pengajian itu adalah bahaya Riya. Serem banget.. Semoga Aq bukan termasuk golongan orang yang Riya, semoga apa yang Aq tulis juga tidak dinilai Riya. Hmm..terus pernah juga mbahas ciri-ciri orang musyrik. Yang selama ini Aq tahunya syirik tuh ya nyembah berhala..terus ke paranorma, smacem-macem gtu..ternyata luas loh..gak cuman itu. Salah satu yang paling Aq inget adalah membangga-banggakan golongannya, itu termasuk syirik, hiiy..

Hadist riwayat Jundub Al-Alaqiy ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mencari popularitas dengan amal perbuatannya, maka Allah akan menyiarkan aibnya dan barang siapa yang riya dengan amalnya, maka Allah akan menampakkan riyanya

Kayaknya Pak ustad nya ngeh banget deh kalo Aq lebih suka tidur dibanding nyatet kalo pas pengajian. Jadilah tadi dikutipin Al Qur’an” (54:53)

 

 

Pak Ustadz bilang, biar ilmunya gak ilang, n kalo ditanyain tentang isi pengajiannya, ada baiknya di catat. Lagi pula dengan dicatat, sam dengan melaksanakan perintah Allah untuk bersikap teliti.

“Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”

Baiklah, to the point yah, tentang kasih sayang Ibu. Allah benar-benar memerintahkan kita untuk menyayangi dan berbakti pada orant tua, khususnya Ibu.

Seperti tertera di Al Quran:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,(4:36)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (16:78)

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (2:83)

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.(2:215)

Mengapa kita harus memperlakukan orang tua dengan kasih sayang? mengapa perintah menyayangi Ibu-Bapak sampai tertuang dalam Al Qur’an? Mungkin jawabannya bisa kita temukan di ayat berikut:

dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, (19:13)

“Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi.” Katakanlah: “Kepunyaan Allah.” Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang . Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.”

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1181]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. “(31:14)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(17:23-24)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.(46:15)

Dan contoh bagaimana Nabi memuliakan orang tuanya, salah satunya dicontohkan Nabi Yusuf, dan tercermin dari ayat berikut:

“Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud Β kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(12:100)

Namun kenyataannya, kebanyakan setelah seseorang menikah, maka mereka melupakan orang tuanya. Hal ini pun sudah tercantum dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”(64:15)

Walaupun kita tak kan mungkin bisa membalas jasa orang tua kita dengan balasan sebanding, namun semoga kita bisa memberikan semaksimal mungkin kemampuan kita untuk menyayangi dan memuliakan orang tua.

Aamiin..

Advertisements