Akhirnya 22 Desember kemarin Mbak D menikah.
Penantian dan doa itu berbuah manis juga. Meskipun mungkin bagi bnyak orang pernikahan mereka “telat” karena usia mereka sudah kepala3. Cuman apalah artinya telat jika di sisa hidup bissa mnjalani hari dgn orang yg paling dicintai?

Pernikahan mereka ala batak. Unik deh. Ternyata suku batak sangat mengutamakan hubungan keluarga, setiap keluarga mereka undang, dan mereka tempatkan khusus di meja-meja tersendiri. Meskipun keluarga jauh, mereka tetap memperlakukan dgn spesial.

Semoga Mbak D bahagia menjalani cintanya. Sebahagia Aq melihat mukjizat cinta mereka 🙂

Advertisements