Perjuangan (menjadi) Ibu

Siapa sih yang gak tahu bagaimana kasih sayang ibu ke anak-anaknya sepanjang jaman, tak terbatas waktu. Paling sering dibahas adalah bagaimana pengorbanan Ibu mengandung selama 9 bulan. Mengandung 9 bulan lamanya tentu bukan perkara mudah. Selain beban berat yang harus digembol kemana-mana, pengaruh hormonal yang selain mempengaruhi badan juga pasti memepengaruhi mood. Belum lagi kaki bengkak baju kudu beli baru lagi. Plus kuatir, abis lairan masih bisa pake baju size lama gak ya.

Sudahlah hamil itu perlu perjuangan, jangan dikira setelah lahiran tanpa beban. Hari gini boo’ era media sosial orang banyak cakap kurang mikir perasaan orang lain. Yang lahiran caesar dan yang alami pun diperdebatkan. Manapun itu, saya yakin perjuangannya luar biasa. Butuh persiapan mental yamg prima menghadapi hari besar bersejarah di hidup seorang ibu dan anak. Masih tega gitu, komenin “manja, paling gak mau sakit doang”. Ini urusan hidup mati man..! Jangan mengecilkan perjuangan seorang ibu dengan komentar menyakitkan yak!

Sok tau bener ya kali ini Aq nulisnya. Hamil aja blom pernah, dah sok2an, cem betool aja tahu kondisi ibu2. Sebenernya ini karna banyak mengamati lini masa per-medsos-an, plus sering update group emak2, supermommymums hahaha.

Okay kali ini Aq akan nulis tentang pengorbanan untuk menjadi ibu. Siapa sangka, bagi beberapa orang, perjuangan seorang ibu bukan dimulai dari mengandung, namun jauh sebelum itu. Hehehe ini bukan tentang perjuangan mencari jodoh ya mblo. hehehe.

9768699172_6ba7b39553_z

Bagi pasangan menikah yang belum kunjung hamil, perjuangan tidaklah bisa dibilang mudah. Di dunia nyata dan maya yang penuh dengan tanya. Iya, orang2 kita emang hobby kali nanya tentang anak. Ah sudahlah, saya akan menceritakan curhatan nyinyir saya di postingan mendatang. Kali ini lebih ke perjuangan secara medis aja.

Jadi bagi pasangan yang sedang trying to conceive, biasanya selain rajin berusaha dan berdoa, juga harus ke dokter dan pengobatan alternatif. Pas di dokter, pemeriksaannya sendiri cukup bikin ngilu2 sedap. Dan dalam setiap usahanya, yang ngrasain sakit pasti cewek. Kok bisa? yak. Di pemeriksaan pertama untuk program hamil, biasanya cewek akan di-USG. Bisa usg biasa yg cuma elus2 perut, atau USG transvaginal untuk lihat kondisi telur. (Maaf sebenernya agak risi sih ya kalo dibahas tentang USG itu, mungkin dilihat sebagai perbincangan dari sisi media aja ya, biar gak tabu2 amat). Sakit sih enggak, tapi ngilu iya. Malu? jangan ditanya. Dan itu bisa 2x dalam sebulan.

Pemeriksaan pertama untuk lihat kondisi rahim dan telur di awal program. Selanjutnya akan diberi obat yang diminum di hari kedua haid selama 5-6hari berturut-turut. Obatnya sih kecil ukurannya. Tapi di badan bisa gede. Maksudnya? iya bisa bikin gendut. Mangkanya dah 3 tahun promil berat badanku naik 12 kilo. Yang bahkan penambahan berat badanku ini lebih berat dibanding temanku yang hamil. Fine, promil berubah menjadi prondut.

Selesai minum obat sesuai jadwal, di hari yang ditentukan dokter kita harus kontrol. USG lagi boo’! Ngilu lagi! Pas USG itu dilihat apakah telur kita udah gede2 seperti yang diharapkan, trus dikasi tahu kapan waktu yang tepat untuk berhubungan, mempertimbangkan siklus dan kematangan telur tadi. Proses yang kusebutkan tadi adalah promil alami ya..yang normal banget.

Beberapa dokter (seperti pengalaman pas di Medan), mereka mensyaratkan tes menyeluruh sebelum memulai promil. Mulai dari tes darah yang banyak banget yang di tes dan mahal. Juga tes HSG untuk melihat gambar saluran reproduksi kita, apakah di saluran reproduksi kita ada sumbatan (juga lumayan mahal).
Tes HSG nya sendiri guys, alamakjaang..sungguhlah bikin syok, sumpah, sampe sekarang Aq masi trauma. Buat gambaran nih, kalo foto rontgen paru thorax seperti biasanya kita medical check tahunan kan santai ya..cukup berdiri..cekrek..selesai. Blass gak ada rasanya. HSG beda.. Kita dibobokkan di satu papan pemotretan. Macam di meja operasi dah. Serem. Udah gitu kita akan berkenalan dengan yang namanya cocor bebek, yang masangnya doang ngilu nya bukan main. Habis itu petugas akan menyemprotkan cairan obat yang fungsinya supaya cairan tersebut bisa mengalir memenuhi saluran reproduksi dan saluran tersebut bisa difoto. Rasanyaaa…sakiit ngilu kaya nyeri haid tapi berasa banget. Apalagi kalo sempat ada sumbatan..jadi cairan itu semacam menjebol sumbatan tadi. Sakit banget. And it end up with..Aq pincang 2 hari.

Oiya selain promil alami yang pakai obat hormon yang kusebutkan tadi, ada lagi metode yang namanya inseminasi dan bayi tabung. Ini yang paling sering bikin orang bingung. Orang awam mikirnya inseminasi tuh ya bayi tabung. Padahal beda.

Simpelnya bilang. Inseminasi tuh pembuahan nya di dalam. Jadi sperma cowok dicuci dan diproses dulu dipilihin yang paling oke. Di saat yang sama cewek dimonitor kondisi telurnya. Diberi obat pembesar telur trus juga pemecah telur, semua di saat yang tepat sesuai monitoring. Di saat yang paling tepat pas telurnya berovulasi..ditembakkanlah (entah disemprot atau disuntik, intinya dianterinlah) sperma cowok yang udah diproses tadi. Nah prosesnya cewek di suntak-suntik, dicocorbebek, di USG transV dll. Lah cowok? cuman ngeluarin sperma euy..satu tangan mah juga bisa. Ups..

Nah kalau bayi tabung, itu prosesnya di luar. Gampangnya mungkin pembuahannya di tabung, pembuahan di luar, terus kalo udah baru dibalikin lagi ke rahim cewek. Prosesnya jauuuh lebih panjang, lebih banyak monitoring dan suntikan. Karena itu untuk memastikan tubuh gak menganggap telur yang udah dibuahi yang ditempelkan ke rahim tadi benda asing dan antibodi melawan. Kan berabe kalo badan ibu melawan janinnya. Itulah mangkanya perlu banyak suntikan ini-itu.

Okay guys..itu yah sekilas..seujung kuku banget bagian dari perjuangan Ibu, dan calon-calon Ibu yang lain.

We_Can_Do_It!

Anyway..ini juga perjuangan banget buat nulis di malam yang capek dan kekenyangan ini, demi memenuhi tekad #yucarajinnulis.

Maaf ya jika ada tulisanku yang bikin kurang berkenan.

With love😘

Yuca

Advertisements

One thought on “Perjuangan (menjadi) Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s