Pertanyaan Khas Hari Raya

Kapan itu Aq ngobrol sama beberapa temen, bahwa momen Lebaran, atau kumpul-kumpul keluarga lainnya menjadi sedikit menakutakan. Kenapa? Karena banyak yang “nanya“. Serangan “tanya” yang bisa meluncur dari berbagai penjuru ini bisa menyasar siappaun. Baik kita-kita yang masih jomblo, maupun yang udah pacaran tapi belom nyebar undangan. Mahasiswa yang belum kunjung lulus maupun yang udah lulus tapi masih cari kerja pun pasti juga bisa kena serangan “tanya”. Yang belom punya anak, atau yang anaknya masih 1, atau bahkan anaknya udah 5 pun bakal nrima pertanyaan. Kalo gak “udah isi blom“, ya “kapan nih punya adek“, ya pastilah “rencana mau punya anak berapa sih, gak pengen KB, kok brojal-brojol muluk!
banyak_bertanya
Ngomongin tentang tanya-bertanya, masyarakat kita memang unik. Nah sekarang makin unik. Di masyarakat kita, apalagi kalau ke kampungku. Sangat wajar sekali begitu perkenalan pertanyaan selalu menyelidik. Diawali dengan nama, berlanjut dengan rumah di mana, usia berapa, kerja di mana sudah nikah apa belum, anak berapa dan  lain lain.
Seperti contohnya pertanyaan simpel “Rumah di mana..” jangan salah kira berarti bisa dijawab simpel. Di daerahku begitu kita menjawab akan berarti dibuntuti dengan pertanyaan yang sangat detail. Apanya jembatan, sama rumah Pak Tono mananya. Ouwooo…emang yakin situ mau ke rumahku? dalam rangka apa cobak?
Sepertinya standar kewajaran suatu pertanyaan untuk dilontarkan berbda-beda di satu daerah. Saking berbedanya, Aq dulu sering heran dengan artikel2 yang bilang bahwa pertanyaan tentang usia tidak etis ditanyakan. “Lhah..di sini jadi pertanyaan wajib e..” Se-wajib ASL PLS dalam dunia MIRC.
Nah, dah paham kan bahwa kebiasaan tanya-menanya tuh sudah mendarah daging ke masyarakat kita. Jadi kalo ada yang nanya gitu jangan buru-buru dikatain kepo apalagi nyinyir. Lha memang “pertanyaan” tuh dah jadi semacam santapan pembuka dalam jamuan perbincangan akrab. Yah, walaupun kadang sajian pembuka itu bisa bikin hilang selerasih..hehehe. So, jika ada yang suka banget nanya2 detail gitu, shantaayy..maklumi aja! Sebagian besar dari kita mungkin bingung mencari bahan pembicaraan lain selain pertanyaan tadi. Dengan memahami kebiasaan itu, kita jadi gak baper2 amat kalo ada yang nanya.
Tapi menurutku nih, kita sekarang tuh agak unik. kita semakin menjaga informasi2 privasi tapi malah mengumbar kehidupan pribadi. Bertentangan kita gak suka orang lain kepo nanya-nanya tentang kita, tapi di sisi lain kita malah kasih2 info yang malah orang lain gak seharusnya tahu.  Kita gak pengen orang tahu alamat rumah kita, tapikita ngasihtau orang kapan hari anniversary kita, bahkan kasih lihat bagaimana hasil test pack kita, bagimana foto baby kita sejak dikandung, dan berbagai momen2 privasi kita. Eits Aq bukannya nyinyir apalagi nyindir loh. Self note dalam arti sebenarnya, ya seperti kalian tau Aq lah orang yang paling demen upload2 remeh2 alay-nya Aq dan Erik seakan kami ini artis internesyenel wkwkwk.
jangan kepo
So, selamat lebaraaaan dan liburaaan. Selamat merayakan pertanyaan-pertanyaan. Kalau sudah lelah, plis jangan bunuh diri, cukup dijawab dengan senyuman aja,atau cengiran lah kalo terpaksa. 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s