Kebiasaan bagi para pelancong (Aq sih lebih tepatnya) ketika menjejakkan kaki di kota baru pasti langsung googling, misal baru nyampe Blora “kuliner Kota Blora ” atau “makanan khas Blora ” atau “yang wajib dicoba di Blora”.

Baiklah, mungkin kalian yang baca tulisanku ini adalah salah satu diantara yang googling makanan khas. Karena sekarang status saya adalah puteri mantu nya orang Blora, dan Aq sering googling macem itu, maka Aq merasa punya kewajiban menulis tentang kuliner kota (eh bukan kota, kabupaten) Blora. Tenang aja ini murni review jujur tanpa endorse, jadi jangan khawatirย  termakan review alias “keblowok” kalo kata Ganes.

Secara umum, masakan Blora beda dengan masakan jawa timuran. Contohnya, rawon. Rawon yang kondang di jawa timur itu kan soup daging berkuah hitam bening dengan bumbu rempah yang berasa. Nah, di Blora rawon itu mirip soto berkuah santan. Coba saja suguhi orang Blora dengan rawon Jawa Timur, pasti mereka langsung berbisik: “kok rawon koyo ngene” Hahaha, namanya juga beda yah.

Baiklah, akan kusebutkan makanan khas Blora yang khas banget dan wajib dicoba, dari perspektif pecinta kuliner yang lumayan sering mengunjungi kota itu yaa (dah repeater nih, gak cuman walking pax).

Lontong Tahu Blora

Rangking pertama dari segi kekhasan adalah lontong tahu Blora. Lhah, lontong tahu bukannya ada di mana mana yak? betul. Gak usah jauh-jauh ke Blora, di seantero Jawa Timur pun dia gampang banget dijumpai lontong tahu di warung-warung malam. Pun di Surabaya sering disebut tahu thek. Beda nama tapi sama sih lontong tahu. Nah, jadi apa dong bedanya???

Bedanya, bedanya tuh di Blora khas banget…enak bangeet..huhuhu. Dimulai dari pembungkusnya, memakai daun jati. Iya, pohon jati yang tinggi tinggi menjulang dan diambil kayunya itu, daunnya dimanfaatkan oleh masyarakat buat pembungkus makanan. Pengganti daun pisang. Mulai pembungkus tempe (bayanginlah tempe bukan dibungkus plastik atau daun pisang atau pelepah pisang, melainkan, daun jati).

So what? nah, beda dengan daun pisang, daun jati melepaskan aroma yang sedaaap banget, wangi. Wangi aroma daun jati itu meresap ke dalam masakan yang dipangkunya. Jadi teman-teman.. kalo lagi beli lontong tahu, walaupun di makan di tempat, minta aja dipincuk daun jati, sedapnya beda!.

Selain bungkusnya, yang berbeda adalah lontong tahu Blora tidak menggunakan petis seperti halnya di Jawa Timur. Bumbu sausnya cuman bawang putih, garam, gula merah, kacang tanah goreng, dan kecap yang diunyet2in cabe dan potongan jeruk nipis segar yang diunyet sekulit2nya. Nah lontong, plus tahu goreng setengah matang atau tahu telur, dikasi tauge mentah (atau matang, tergantung yang jualan, suka2 dialah), diguyur deh sama saus kacang itu tadi. Sentuhan akhirnya adalah taburan bawang merah goreng dan cacahan daun bawang atau seledri (sekali lagi, suka-suka yang jualan).

Bisa kebayang kan rasa legitnya kecap Jawa Tengah beradu dengan saus kacang, tapi sensasi segar jeruk nipisnya masih keras. Dibungkus wanginya daun jati, hmm..juarak!

Seperti halnya kalo di Palembang pempek pinggir jalan pun enak, begitu juga lontong tahu di Blora. Seriously bahkan di warung2 dekat rumah mertua pun enyaaak semua. Tapi kalau ditanya mana favoritku, ada 2, yakni lontong tahu Pak Dasrip daerah Gudang Banyu (Ini dah kondang banget, bisa dibilang yang paling populer lah di Blora). Selain itu, langganan Aq adalah lontong Tahu Mbah Yati alias “krawuk”. Mengapa ada “krawuk” nya? karena kalo kita bilang ke mbah nya pedes, mbah Yati akan ambil cabe rawit se-krawuk alias segenggam, “semene nduk?” hahahaha.

download (3)

Sate Blora

Sate Blora, makanan satu ini yang sering ngehits di beberapa kota. Baik di Jakarta maupun di Medan, Sate Blora mempunyai tempat tersendiri. Why oh why? karena Sate Blora itu unik.

Sate Blora ada 3 macam, sate ayam, sate kambing, dan sate sapi. Sate ayam blora biasanya pake ayam kampung. Sate ayam inilah yang beneran berbeda. Sate ayam ini sebelum dibakar sepertinya direndam (marinade) dengan bumbu yang rempahnya berasa banget.

Selain rasa dagingnya yang kaya bumbu, sate ini disajikan dengan saus kacang, dan didampingi kuah. Iya, kuah semacam soto yang segar dan juga berbumbu. Kalo di tempat lain kita cari gule buat kuah2annya sate, kalo sate ayam Blora gak usah pake minta pasti dah dikasi kuah kok. Oiya kuahnya kadang disajikan dengan cemilan renyah berbentuk dadu kecil yang disebut “kletuk” seperti bunyinya saat digigit. Meriah kan..

Sekarang giliran sate sapi yaa. Sate sapi pembumbuan dan penyajiannya mirip sate ayam. Wis gitu tok. Aq sendiri kurang suka sate sapi.

yuwanyuca-1516541236078

Aq lebih suka sate kambing Blora. Potongannya gedhe bin gedhe. Trus sausnya gak aneh2, gakpake kacang, cuman kecap plus ulegkan cabe, merica, dan (kayaknya sih) ketumbar trus dikasi potongan tomat dan bawang merah segat yang banyak. Mungkin rahasia makanan-makanan enak di Blora adalah kecapnya. Kenthel..manis, item dan endeus. Mangkanya seneng aja Aq tiap mertua bawain kecap merek Lele atau Laron. “mboten usah repot-repot Bu” kataku sambil mesam-mesem padahal seneng hahaha.

Ada hal paling penting dicatat pada saat makan sate di Blora biar gak salting (salah tingkah). Sate di Blora disajikan dengan konsep reload. Artinya, begitu sate di hadapanmu tinggal sedikit, tukang satenya akan segera memenuhinya lagi. So, bukan berarti yang disajikan harus dihabisin ya, karna gak bakal abis, akan terus diisi sama penjualnya hahaha.

Bayarnya? hanya yang dimakan aja. Dihitung dari tusuk sate dari sate yang kita makan. Nahloo, yang biasa habis makan sate tusuknya langsung dibuang, gak boleh yaa.. karna itu akan dihitung.

Sekian dulu cerita kuliner dari Blora. Sebenernya foto-foto dah bertebaran entah ke mana. Ini kukumpulin lagi dari IG ku dan google hehhehe.

Advertisements